Minggu, 07 Februari 2016

Kisah Seorang Anak Tukang Daging Dari Penggemar Heavy Metal Menjadi Pencinta Alquran

Kisah Seorang Anak Tukang Daging Dari Penggemar Heavy Metal Menjadi Pencinta Alquran

Kisah Seorang Anak Tukang Daging Dari Penggemar Heavy Metal Menjadi Pencinta Alquran - Yahiye Adam Godhan merupakan anak seseorang tukang daging yg tidak sedikit menyangsikan & menentang dogma Kristen. Beliau serta merasa heran menonton teman-temannya beribadah pada Nabi Isa ‘alaihissalam. Di setelah itu hri, diwaktu dirinya mulai sejak mengenal Islam & Alquran, dirinya meraih argumen yg kuat kenapa mesti jadi seseorang muslim.

Yahiye menceritakan kisah hidupnya sejak remaja sampai menemukan Islam juga sebagai jalan hidup yg hakiki. Dirinya bertutur :

Dikala berumur 17 th, saya mempunyai pengalaman yg sedikit tidak serupa bersama pengalaman-pengalaman remaja Amerika terhadap rata-rata. Saya dibesarkan di suatu peternakan kambing ditengah pedesaan, di Western Riverside County, California. Di peternakan keluarga itu, peternakan kami bisa membuahkan susu, keju, & daging dari 150 hingga 200 hewan yg kami punyai. Ayahku merupakan satu orang tukang daging yg menyembelih hewan-hewan pedagingnya dgn trik islami. Seterusnya dia memasoknya ke toko makanan Islam yg terletak sekian banyak blok dari Islamic Center di pusat kota Los Angeles.

Ayahku dibesarkan yang merupakan satu orang agnotis atau ateis, selanjutnya jadi penganut Kristen dikarenakan tidak sengaja mencari ilmu Injil yg beliau dapatkan tertinggal di pantai. Ayahku punyai sekian banyak sohib yg beragama Islam, namun sekarang, seluruh rekan-rekan muslimnya telah pindah dari California. Sementara ibuku, sejak mungil dididik juga sebagai satu orang Katolik tetapi beliau mempunyai prinsip yg sama bersama ayahku, sama-sama tak mengimani ide trinitas.

Saya & saudara-saudaraku mengenyam pendidikan home schooling. Butuh ketahuan, biasanya keluarga yg membawa home schooling ialah beberapa orang Kristen. Sewaktu delapan th lebih, keluargaku berinteraksi dgn populasi Kristen di home schooling ini. Tetapi, justru elemen itulah yg sejak mulai mengakses mataku.

Saya sejak mulai menemukan hal-hal yg kuanggap aneh, walau Kristen menyebutkan bahwa mereka penganut trinitas, kenyataannya mereka cuma menujukan doa-doa mereka terhadap Yesus. Menurutku hal tersebut memang lah mengherankan. Beberapa Orang Kristen punya anggapan perihal itu juga sebagai syarat buat mendapatkan keselamatan. Sejak waktu itu, dengan cara bertahap saya menyadari bahwa saya tak dapat jadi satu orang penganut Kristen.

Kemudian, saya teramat terobsesi bersama ajaran pemuja setan yg ada terhadap musik heavy metal. & pasti saja keluargaku amat menentang keras hobi baruku ini. Mulailah kuhabiskan hari-hariku buat konsisten memahami musik ini; saya sejak mulai menjalani hidup kumuh & jorok pula menjauhi kebersihan, kamarku kubiarkan demikian teramat berantakan & kacau, & hubungnku bersama orangtua mulai sejak menegang, meski saya serta tidak jarang meminta maaf terhadap mereka.

Di thn berikutnya, saya mulai sejak mendengar khotbah berapi-api di radio dari Kristen Apokaliptik, menceritakan berkaitan ancaman Islam. Tapi peringatan mereka malah memunculkan rasa kesukaan di hatiku utk mengetahui Islam makin jauh. Saya anggap faktor ini sbg salah satu aktivitas buat isikan kekosongan.

Titik balik dari kesia-siaan yg saya jalankan yakni waktu pindah ke Santa Ana, California, tinggal dengan nenekku. Di California, saya menginginkan dapat meraih tugas. Namun apa ingin dikata, mencari tugas itu amat gampang diucapkan tetapi susah buat dilalui. & kala itulah saya sejak mulai menemukan tempat-tempat diskusi Islam.

Disana, saya menemukan bahwa keyakinan & praktik agama ini memang lah tepat bersama fitrah & logika manusia. Islam mengajarkan bahwa Allah bukanlah bidang dari manusia, bakal namun Ia sbg Dzat yg terpisah dari manusia, esa tidak berbilang. Islam mempunyai kitab suci yg teramat enteng utk dipahami sekalipun oleh orang awam. Tak ada kepausan yg dianggap sempurna dalam elemen penafsiran. Tiap-tiap muslim mempunyai kebebasan menafsirkan Alquran bersama kesadaran dapat kadar ilmu wawasan yg mereka punyai.

Muslim tak meyakini bahwa seluruhnya orang ditakdirkan masuk neraka. Maka Tuhan tak butuh mengorbankan beliau disiksa di tiang salib buat menebus dosa-dosa umat manusia. Muslim meyakini bahwa Allah Maha Penyayang & Maha Pengampun, kecuali bagi mereka yg ingkar & memang lah tidak akan bertaubat Kepada-Nya. Muslim tak yakin dapat adanya ras terpilih, seluruhnya sama di mata Allah yg membedakannya hanyalah takwa. & masihlah tidak sedikit hal-hal lain.

Sesudah mulai sejak membaca terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris, saya makin percaya bakal kenyataan & keoriginalan falsafah Allah yg terkandung dalam 114 surat Alquran. Sesudah bertahun-tahun bergaul dgn beberapa orang Islam, saya tahu benar bahwa mereka bukanlah beberapa orang yg haus darah, teroris, & barbar, seperti yg digambarkan oleh fasilitas & para aktivis Injil.

Aset inilah yg membuatku makin tertarik buat mengetahui & meneliti Islam lebih jauh, lebih dari yg orang lain ketahui. Sebab saya belum sanggup memutuskan & memantabkan hati bila Islam merupakan memang lah takdirku.

Hingga hasilnya, pencarian tersebut menemui titik temu. Menurutku, ini merupakan proses yg teramat alami tidak dengan ada paksaan. Kepada Nopember 1995, saya mengahdiri populasi Islam di California, Islamic Society of Orange County, di Garden Grove. Saya katakan pada salah seseorang saudara muslim yg mengurus perpustakaan di sana, bahwa saya mau memeluk Islam. Dulu ia memberiku sekian banyak bahan bacaan, & selanjutnya saya mengucapkan syahadat di dalam tempat ibadah yg penuh sesak.

Pekan berikutnya, kuhabiskan utk menuntut ilmu tata trik shalat & merenungkan kebesaran Allah. Jadi satu orang muslim memang lah sesuatu yg teramat luar biasa.

Previous
Next Post »

1 komentar:

LILIS SUNDARI delete 15 Februari 2016 07.21

Sangat inspiratif, mengugah pemikiran, buat sahabat yag mau tambah wawasan nih kisah inspiratif lainnya http://www.duniaartikel16.net/2015/10/kisah-sukses-publiser-indonesia-meraup.html

Posting Komentar