Senin, 15 Februari 2016

Kisah Penuh Hikmah Tentang Seorang Pencuri Antara Halal Dan Haram

Kisah Penuh Hikmah Tentang Seorang Pencuri Antara Halal Dan Haram

Terhadap sebuah dikala di era Nabi Muhammad SAW ada satu orang pencuri yg hendak bertaubat, ia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW di mana para kawan berdesakdesakkan di Masjib Nabawi.

Satu Buah waktu beliau menangkap perkataan Nabi saw : “Barang siapa yang akan meninggalkan sesuatu yg haram lantaran Allah, sehingga satu buah dikala beliau dapat mendapatkan yg Haram itu dalam keadaan atau dalam kondisi halal”. Sungguh dirinya tak mendalami maksudnya, terlebih dikala para teman mendiskusikan factor tersebut sesudah majelis bersama tingkat keimanan & pemahaman yg jauh di bawah sang pencuri merasa tersisihkan.

Hasilnya tengah malam pula makin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah ia dari Tempat Ibadah demi melupakan rasa laparnya. Di satu buah gang ruangan dirinya terjadi, dirinya meraih satu buah hunian yg pintunya agak terbuka. Dgn insting pencurinya yg tajam beliau akan menonton dalam gelap bahwa pintu itu tak terkunci, dan timbullah peperangan dalam hatinya buat melakukan pencurian atau tidak, dia merasa tak boleh melakukan pencurian lagi.

Tapi tiba-tiba timbul bisikan aneh : “Jika anda tak melakukan pencurian tersebut bisa jadi dapat ada pencuri yang lain yg belum pasti seperti kamu”. Jadi berfikirlah dirinya, sehingga diputuskan dirinya hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam biar mengunci pintu rumahnya, sebab telah melalui malam.

Ia hendak berikan salam tapi timbul kembali nada tadi : “Hei pemuda! macam mana bila nyatanya di dalam ada pencuri & pintu ini nyata-nyatanya merupakan pencuri itu yg terhubung, jikalau engkau mengucap salam, dapat kagetlah ia & bersembunyi, alangkah baiknya seandainya engkau masuk diam-diam & memergoki ia bersama menangkap basahnya !” Ah.. benar serta, pikirnya.

Sehingga masuklah dia dgn tidak ada suara sedikitpun. Lokasi hunian tersebut agak luas,sampai dilihatnya berkeliling ada satu meja yg penuh makanan – timbul keinginannya utk melakukan pencurian lagi, tapi serentak beliau sadar – tak, beliau tak boleh melakukan pencurian lagi.

Masuklah dia dgn hati-hati, hehhh, syukurlah tak ada pencuri berarti memang lah sang pemilik yg lalai mengunci pintu. Waktu Ini tinggal memberitahukan terhadap pemilik hunian berkenaan kelalaiannya, tiba-tiba terdengar nada mendengkur halus dari sisi ruang. Ahh nyata-nyatanya ada yg tidur mungkin saja sang pemilik & kayaknya wanita jelita.

Tidak Dengan ia sadari kakinya melangkah jelang ruangan tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yg ada dalam hatinya. Kecantikan, tak lengkapnya busana tidur yg menutup sang perempuan menciptakan timbul hasrat kumuh dalam dia.

Demikian besar nya sampai ke luar keringat dinginnya, seakan terang dia mendengar jantungnya berdetak kencang didadanya, pun tidak ia sangka dia telah duduk mematung di samping lokasi tidur. Tidak, saya tak boleh laksanakan ini saya mau bertaubat & tak ingin menambah dosa yg ada, tidakk !!

Cepat dirinya memutar badannya buat bertolak. Bakal dia ketuk & beri salam dari luar sama seperti tadi. Kala bakal menuju pintu ke luar dia lewat meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi dalam perutnya ia lapar. Timbullah nada aneh tadi : “Bagus hei pemuda yg berhati baik, dengan cara apa ringankah sekarang ini perasaanmu sesudah melawan udara nafsu birahimu?”

Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga di dalam lubuk hati ini akan berbuat kebaikan & niat tindakan pemberitahuan ini bakal amat sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Nada itu bicara : “Maka telah sepatutnya engkau mendapatkan ganjaran dari sang pemilik hunian atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan utk mengganjal perutmu biar tak timbul perasaan & kemauan melakukan pencurian lagi!!”

Berpikirlah beliau merenung sebentar, patutkah dirinya berbuat demikian? “Hei – tiba2 dirinya tersadar juga berucap dalam hati – engkau dari tadi yg bicara & berikan nasihat kepadaku? Namun nasihatmu itu sudah menjadikan saya jadi tamu tak diundang seperti ini, saya tak mau mendengarkan nasihatmu. Apabila engkau Tuhan, tak bakal berikan nasihat seperti ini. Tentu engkau Syaithon (hening).

Celaka saya, jika ada orang yg diluar & menonton perbuatanku, saya mesti ke luar.” Sehingga tergesa-gesa beliau ke luar hunian perempuan tersebut, saat tiba dihadapan pintu beliau mengetuk keras & mengucap salam yg terdengar serak menakutkan.

Makin khawatir beliau dapat suaranya yg beralih, kemudian tidak dengan menentukan pemiliknya mendengar atau tak dirinya kembali menuju tempat ibadah bersama perasaan galau tapi lega, dikarenakan ga ada orang yg memergoki ia melaksanakan apa yg disarankan nada aneh tadi.

Sesampai dimasjid, dia menyaksikan Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sisi lokasi ada satu orang yg membaca al qur-aan dgn khusyu’ sambil mengeluarkan dan meneteskan air mata, di sudut sudut terdapat para shahabat & kaum shuffah tidur. Dingin sekali tengah malam ini, lapar sekali perut ini teringat lagi beliau dapat pengalaman yg baru beliau alami, bersyukur beliau atas bantuan Allah yg menguatkan hatinya.

Tetapi tak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah geram kepadaku? Dulu beliau menghampiri segi area tempat ibadah duduk dekat pintu, dekat orang yg membaca al quraan.

Di Tengah melamunnya dia mendengar sayup tapi terang bait-bait ayat suci & mereka semuanya (di padang Mahsyar) bakal berkumpul menghadap ke hadirat Allah, dulu berkatalah beberapa orang yg lemah terhadap beberapa orang yg angkuh : ”Sesungguhnya kami dulu ialah pengikut-pengikutmu, sehingga dapatkah anda menghindarkan dari kepada kami azab Allah (biarpun) sedikit saja Mereka menjawab : ”Seandainya Allah berikan pedoman terhadap kami, niscaya kami bakal berikan tutorial kepadamu.

Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah harus bersyukur ataupun bersabar. Sekali-kali kita tak memiliki area buat melarikan diri”. (QS. 14 : 21) & berkatalah syaitan sewaktu perkara (hisab) sudah diselesaikan : “Sesungguhnya Allah sudah menjanjikan kepadamu janji yg benar, & akupun sudah menjanjikan kepadamu tapi saya menyalahinya. Sekali-kali tak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) saya menyeru anda dulu anda mematuhi seruanku, oleh lantaran itu jangan anda mencerca saya, dapat tapi cercalah dirimu sendiri. Saya sekali-kali tak sanggup menolongmu & anda serta sekali-kali tak mampu menolongku. Sesungguhnya saya tak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan saya (bersama Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orangorang yg zalim itu mendapat siksaan yg pedih. (QS. 14 : 22)

Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yg di dengarnya, berkatalah beliau “Engkau bicara kepadaku kah, ya Allah?” Serasa lapang hatinya, makin asyik ia mendengarkan bacaan suci itu, sehingga lupalah dirinya bakal laparnya, segar rasanya badannya.

Pass lama dirinya mendengarkan bacaan orang itu sampai tiba-tiba tersentak dirinya lantaran bacaan itu dihentikan berganti dgn kata kata menjawab salam. Tampak olehnya pun bahwa laki laki itu menjawab salam seorang perempuan & satu orang lanjut umur yg masuk serta-merta menuju area Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, & wajah perempuan itu, ialah wajah perempuan tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi disaat beliau berada di tempat itu sang perempuan pura-pura tidur & menonton wajahnya? Ataukah ada orang yg diam-diam melihatnya, barangkali cowok lanjut usia yg bersamanya ialah orang yg diam-diam memergokinya disaat beliau ke luar & mengetuk pintu hunian itu? Ahh celaka celaka.

Tapi gemetar tubuhnya, tak bisa beliau menggerakkan anggota tubuhnya utk bersembunyi atau berangkat terlebih nampak olehnya laki laki yg tadi membaca al Qur-aan hendak tidur & tidak lama serta mendengkur. & dia saksikan mereka telah berkata dgn Nabi saw, celaka, pikirnya gugup!!

Nyaris terlentang jatuh beliau dikala terdengar nada Nabi Muhammad SAW. : “Hai Fulan, kemarilah !” Dgn perlahan & perasaan takut dirinya mendekat. Dirinya mengusahakan menyembunyikan wajahnya. Dirinya mendengar sang wanita masihlah bicara pada Nabi Muhammad SAW. tuturnya : “benar ya Rosulullah, aku amat sangat takut yang mendalam dikala itu aku bermimpi hunian aku kemasukan orang yg hendak melakukan pencurian, dirinya jelang aku & hendak memperkosa aku, disaat aku berontak, nyatanya itu cuma mimpi. Tetapi diwaktu aku menyaksikan sekelilingnya nyatanya pintu hunian aku terbuka sama seperti mimpi aku & ada nada menyeramkan yg menciptakan aku takut. Sehingga serentak aku menuju hunian paman aku utk meminta dicarikan suami utk aku, supaya kejadian yg di mimpi aku tak berlangsung jika aku ada suami yg melindungi.

Maka dia menggandeng aku menemui engkau disini supaya memilihkan calon suami buat saya”. Nabi saw memandang dan menatap terhadap si pemuda pencuri, dulu berbicara : “Hai Fulan, dikarenakan tak ada laki-laki yg bangun kecuali engkau kala ini sehingga saya tawarkan padamu, maukah engkau jadi suaminya?” Terperanjat dia mendengar itu, langsung mengangguklah beliau & sesudah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan factor ini & meminta para shahabat menghimpun dana buat mengadakan pernikahan & pembayaran mas kawin si pemuda ini.


Sesudah pernikahannya, tahulah beliau dapat arti perkataan Nabi Muhammad yg dulu : “Barangsiapa meninggalkan sesuatu yg haram dikarenakan Allah, sehingga sebuah dikala beliau bakal mendapatkan yg Haram itu dalam kondisi halal”.

Previous
Next Post »

Posting Komentar